Banser Berebut Bola Api

Kisruh yang terjadi dalam kongres PSSI membuat kalangan persepakbolaan negeri ini seakan diujung tanduk kehancuran, andai saja kongres yang akan kembali digelar di Solo nanti kondisinya tidak berubah sebagaimana kongres sebelumnya maka sangsilah yang akan dihadiahkan oleh FIFA kepada PSSI.

Kondisi tersebut sedikitpun tidak menyurutkan semangat kesebelasan sepak bola di bawah komando Adi Wibowo (Satkorcab Banser Bengkulu Selatan), hal ini ditunjukkan para anggota Banser pada sabtu malam (7/6) yang sangat antusia menyerang dan membuat pertahanan di Lapangan Sekundang dalam permainan sepak bola.

Tidak tanggung-tanggung, permainan bola yang dipertandingkan anggota Banser B/S tergolong exstrim, karena menggunakan bola api. disamping ini sebuah olah raga yang menyehatkan, tentunya bagi anggota banser merupakan antraksi kepiawaian dalam bermain bola. Menurut Adi sapaan akrap Komandan Banser B/S, permainan yang menggunakan batok kelapa atau batu apung ukuran besar yang sudah direndam dengan minyak tanah kemudian dibakar itu, merupakan salah satu atraksi yang dimiliki Banser B/S.

Lain halnya dengan permainan bola yang dilakukan Cristian Gonzales (pemain Timnas), yang dengan rapi mengenakan sepatu bola, untuk permainan bola api seluruh pemainnya tidak diperbolehkan mengenakan sepatu alias telanjang kaki. “alhamdulillah usai permainan sahabat-sahabat sedikitpun tidak ada yang mengalami cidera,” terang Adi. [gus]

Antisipasi Gerakan Radikal, GP Ansor Bentuk Densus 99

KOTA MANNA, BE – Jika Polri ada densus 88 untuk menangkap dan mengantisipasi gerakan teroris, maka Gerakan Pemuda (GP) Ansor punya Densus 99. Densus 99 ini kurang lebih sama tugasnya dengan densus 88, tetapi densus 99 ini sifatnya hanya mengantisipasi masuknya gerakan radikal seperti teroris ataupun NII ke seluruh wilayah Indonesia sedangkan densus 88 lebih ke mengungkap jaringan dan menangkap para pelakunya.

Ketua GP Ansor BS, Ismet Putra Harminta mengungkapkan, khusus di Kabupaten BS kemarin sedang melakukan seleksi bagi anggota GP Ansor untuk menjadi densus 99. Jumlah anggota densus ini sebanyak 55 orang terbagi di 11 kecamatan dalam wilayah Kabupaten BS. “Jadi masing-masing kecamatan akan kita tempatkan 5 anggota densus 99,” terang Ismet.

Dalam seleksi kemarin, para anggota banser yang dididik khusus untuk menjadi anggota densus ini, diberikan uji materi mengenai wawasan kebangsaan seperti pemahaman mengenai NKRI, paham Islam Al Sunnah Wal Jamaah, wawasan wiyatamandala, termasuk mengenai paham ke ansoran dan ke NU-an.

Mereka juga diberikan ilmu kebatinan untuk mengantisipasi kalau sampai ada perlawanan dari orang-orang tidak senang terhadap upaya densus 99 melawan gerakan radikal ini. Kemarin, anggota banser yang akan dijadikan anggota densus mempertunjukan aksi mereka mematahkan kikir yang terbuat dari baja serta memecahkan botol dengan menggunakan tangan kosong.

Setelah lulus seleksi anggota densus, maka mereka diberikan wewenang untuk memantau pergerakan warga di kecamatan masing-masing, apakah ada kemungkinan yang sudah mulai terhasut gerakan radikal. “Jadi setiap 1 minggu sekali, kita akan meminta laporan setiap perkembangan di kecamatan masing-masing. Kalau ada temuan, nanti bisa berkoordinasi dengan kepolisian atau TNI,” demikian Ismet. (911)

Sumber : BE "Keterangan foto dalam posting ini diambil dari http://m.komhukum.com"

Posting Terbarau

Kaum hawa identik dengan keindahan dan kecantikan. Berbagai upaya dilakukan untuk menambah kecantikan dan kepercayaan diri. Pasar dan produk kecantikan terus meluas dan berbagai teknologi dikembangkan untuk memenuhi permintaan mengoreksi ....

Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfudz MD menyakatan, Indonesia kesulitan menghadapi gerakan radikalisasi Islam. Munculnya gerakan ini perlu mendapat perhatian NU dan rakyat Indonesia.Hai itu disampaikanya usai mengahidiri Seminar Internasional 100 tahun KH Wahid Hasyim di Pondok Pesantren....

Kisruh yang terjadi dalam kongres PSSI membuat kalangan persepakbolaan negeri ini seakan diujung tanduk kehancuran, andai saja kongres yang akan kembali digelar di Solo nanti kondisinya tidak berubah sebagaimana kongres sebelumnya maka sangsilah yang akan dihadiahkan oleh FIFA kepada PSSI. Kondisi tersebut...